Produk dan Layanan

Pesan Tes Lab

Per antibody (Ki-67)

Imunohistokimia Ki-67 adalah metode diagnostik yang digunakan untuk menilai tingkat aktivitas proliferasi sel pada jaringan biopsi atau sampel yang diambil dari pasien. Ki-67 adalah protein yang diekspresikan selama semua fase aktif siklus sel, kecuali fase G0 (istirahat), dan sering digunakan sebagai penanda proliferasi sel.

PCR Toxoplasma

Pemeriksaan PCR Toxoplasma adalah suatu metode diagnostik molekuler yang digunakan untuk mendeteksi dan mengamplifikasi DNA Toxoplasma gondii dalam sampel biologis. Toxoplasma gondii adalah parasit intraseluler yang dapat menyebabkan penyakit yang disebut toxoplasmosis. Pemeriksaan PCR Toxoplasma memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi, memungkinkan deteksi yang lebih dini dan akurat dari infeksi Toxoplasma gondii. Sampel yang umumnya digunakan termasuk darah, cairan serebrospinal, cairan amnion, atau jaringan dari biopsi, tergantung pada indikasi pengujian dan kondisi klinis pasien.

Toxoplasma IgM

Pemeriksaan Anti Toksoplasma IgM ditujukan untuk mendeteksi adanya infeksi parasit Toxopasma gondii pada pasien yang baru saja terpapar atau diduga memiliki infeksi parasit toksoplasma yang mirip seperti flu. Selain itu, pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan riwayat seseorang telah terinfeksi toksoplasma atau membantu menentukan suatu komplikasi yang disebabkan oleh infeksi dari Toksoplasma aktif.

CMV IgM

Pemeriksaan Antibodi CMV IgM merupakan pemeriksaan yang mendekteksi IgM terhadap Cytomegalovirus. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi antibodi IgM dalam darah yang dihasilkan oleh tubuh sebagai respon imun terhadap infeksi atau mendeteksi CMV secara langsung.

PCR Monkeypox

Mpox (cacar monyet) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus cacar monyet. Hal ini dapat menyebabkan ruam yang menyakitkan, pembesaran kelenjar getah bening dan demam. Kebanyakan orang sembuh total, namun ada pula yang sakit parah. Deteksi DNA virus dengan reaksi berantai polimerase (PCR) adalah tes laboratorium pilihan untuk mpox. Spesimen diagnostik terbaik diambil langsung dari ruam – kulit, cairan atau krusta – yang dikumpulkan dengan usap yang kuat. Jika tidak ada lesi kulit, pengujian dapat dilakukan pada usap orofaringeal, anal, atau rektal. Tes darah tidak dianjurkan.

Serologi Malaria

Pemeriksaan antigen malaria adalah metode penting untuk diagnosis infeksi aktif malaria karena dapat mendeteksi keberadaan protein parasit dalam darah manusia. Tes ini menggunakan teknologi seperti tes imunokromatografi cepat (RDT) yang dapat memberikan hasil dalam waktu singkat, memungkinkan penanganan yang cepat dan tepat. Hasil pemeriksaan antigen malaria membantu dokter dalam menegakkan diagnosis dan merencanakan pengobatan yang efektif bagi pasien yang terinfeksi.

Pemeriksaan Non Perak Ziehl Nielsen

Pemeriksaan non-perak menggunakan pewarnaan Ziehl-Neelsen digunakan dalam histopatologi untuk memberikan kontrast khusus pada sel atau struktur tertentu dalam sampel jaringan. Ziehl-Neelsen untuk mendeteksi bakteri asid-fast seperti Mycobacterium tuberculosis. Pilihan pewarnaan non-perak ini memungkinkan penelitian yang lebih mendalam mengenai karakteristik dan keadaan mikroskopis dalam jaringan biologis.

Rubella - IgM

Tes Rubella IgM adalah uji laboratorium yang digunakan untuk mendeteksi antibodi kelas IgM terhadap virus rubela. Rubela, atau campak Jerman, adalah penyakit virus yang biasanya ringan, tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius jika terjadi pada wanita hamil, terutama pada trimester pertama, karena dapat menyebabkan cacat lahir pada janin. Antibodi IgM adalah tipe antibodi yang diproduksi dalam respons awal tubuh terhadap infeksi baru. Tes Rubella IgM membantu mengidentifikasi infeksi yang sedang berlangsung atau infeksi yang baru-baru ini terjadi.

HBsAg

Pemeriksaan HBsAg Rapid Test (Screening) adalah uji cepat yang digunakan untuk mendeteksi Antigen Surface Hepatitis B (HBsAg) dalam darah secara efisien. Hasil positif pada pemeriksaan ini dapat mengindikasikan infeksi aktif virus hepatitis B, sehingga dapat memicu tindakan lebih lanjut seperti konfirmasi dengan pemeriksaan laboratorium yang lebih mendalam dan penanganan medis yang sesuai. Uji HBsAg Rapid Test Screening ini sering digunakan sebagai langkah awal dalam upaya pencegahan dan deteksi dini hepatitis B.

Urea Breath Test

Urea breath test (UBT) adalah jenis pemeriksaan alternatif untuk mendiagnosis penyebab tukak lambung, yaitu infeksi Helicobacter pylori. Urea Breath Test (UBT) dipercaya sebagai prosedur pemeriksaan tukak lambung yang efektif.pemeriksan nya dengan menelan kapsul yang mengandung urea dan secangkir air. Setelah tiga menit, pasien minum segelas kecil air lagi. Setelah tujuh menit, pasien diminta meniup balon.

HBsAg - Konfirmasi

Tes HBsAg (hepatitis B surface antigen) adalah tes yang dilakukan sebagai salah satu cara untuk mendeteksi penyakit hepatitis B. Jika hasil tes menunjukkan hasil positif, hal tersebut menandakan bahwa virus hepatitis B terdeteksi di dalam tubuh Anda.

Antigen Influenza A dan B (Rapid)

Pemeriksaan ini mengidentifikasi keberadaan influenza A dan B, dan bekerja dengan mendeteksi bagian virus flu yang disebut antigen yang memicu respons imun.

Anti HIV + Syphilis Duo

HIV atau human inmmunodeficiency virus adalah penyakit infeksi yang bisa menyebabkan AIDS (acquired immunodeficiency syndrome). Jika Anda termasuk orang yang berisiko tinggi tertular atau menularkan penyakit ini, sebaiknya lakukan tes HIV sedini mungkin. Pemeriksaan secara medis dapat membantu Anda cepat mendapatkan pengobatan yang tepat sekaligus mencegah penularan HIV semakin meluas.

PCR Mycoplasma pneumoniae

PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk Mycoplasma pneumoniae adalah metode molekuler yang digunakan untuk mendeteksi dan mengamplifikasi DNA dari bakteri Mycoplasma pneumoniae. Bakteri ini menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas dan bawah pada manusia, termasuk pneumonia atipikal. Sampel yang umumnya digunakan adalah cairan dari saluran pernapasan atas atau bawah, seperti dahak, tenggorokan, atau cairan bronkial.